Sahabatku menuju DPR
Ini kali kedua saya melihat poster seorang teman menjadi caleg. Kali ini saya tidak melakukan putar balik, saya tetap meneruskan perjalanan menuju tujuan semulaBeberapa waktu lalu ketika saya melewati sebuah jalan menuju ke tempat seorang teman, mendapati sebuah poster nama dan foto seorang caleg dipinggir jalan. Karena begitu cepatnya saya berkendara
terlihat sekelabat foto yang ada di poster tersebut samar-samar adalah teman saya. Ini kali kedua saya melihat poster seorang teman menjadi caleg. Kali ini saya tidak melakukan putar balik, saya tetap meneruskan perjalanan menuju tujuan semula, tapi hanya mengingat-ngingat tempat tadi yang terdapat posternya. Begitu sekembalinya dari tujuan, saya mendekati tempat terdapatnya poster tadi saya berhenti dan melihat lebih seksama lagi siapa foto dan nama yang terdapat di poster itu, yup.. benar, itu teman semasa SMA dulu sekarang mendaftar menjadi Caleg sebuah partai baru yang sering muncul di iklan televisi. Dia menempati urutan kedua, tetapi nomor urut berapapun si caleg tak akan berpengaruh karena untuk pemilu tahun ini Mahkamah Konstitusi menetapkan suara terbanyak yang akan naik ke DPR bukan menurut urutan nomor urut pendaftar caleg di suatu partai. Hal ini bisa membuat lega para caleg yang ditempatkan di urutan buncit oleh partainya, karena mereka bisa menjadi anggota DPR jika suaranya paling banyak. Hal ini berdampak dengan banyaknya poster-poster yang “berserakan” dijalan mengotori pemandangan kota dan tentu saja money politic (mungkin). Terlepas dari semua itu saya berharap agar pemilu tahun ini berlangsung damai dan aman . Begitu tahu bahwa foto tersebut adalah benar teman saya, langsung saya SMS mengucapkan selamat dan semoga terpilih untuk mendukung morilnya dan kemudian dia membalas dengan menuliskan terima kasih. ya… friend, semoga apa yang kamu cita-citakan terwujud :-bd






Categories:
Tags:






Namaku Lukito Wiyono. Berasal dari Kota Pahlawan Surabaya. Kota yang panas, yang penuh sesak oleh manusia, kota yang khas dengan teriakan supporter Boneknya, kota yang (selalu) membuat kecewa setiap perantauan yang datang. Kota yang menjanjikan fatamorgana kehidupan, kemewahan dan keangkuhan gedung-gedung pencakar. Dengan makanan Semanggi Suroboyo-nya, dengan rujak cingur-nya, dengan lontong balap-nya membuat aku enggan meninggalkanmu.

