Persahabatan memang seperti kepompong
Menyortir penggalan lirik dari kelompok group musik baru sindentosca yang berjudul kepompong “persahabatan bagai kepompong” memang dipikir ada benarnya. Beberapa waktu lalu saya sedang dalam perjalanan menuju ke suatu tempat dengan mengendarai kendaraan bermotor. Setengah melamun saya melihat sekelebat banner/ baliho terpampang dipinggir jalan yang sedang saya lewati. Di banner yang berukuran sekitar 2 meter x 1.5 meter tersebut terpampang sebuah foto Caleg dari salah satu parpol peserta Pemilu beserta nama dan lambang partainya. Setengah kaget dari lamunan saya bergumam “oh..dear…bukankah foto itu tadi adalah temanku masa kecil dulu? Si…” pikirku waktu itu. Penasaran akan foto tersebut, dan ingin cepat-cepat sampai didepan baliho, dengan sedikit kupacu kendaraan saya mencoba untuk mencari jalan putar balik agar dapat melihat lagi dengan seksama. Setelah mendapati haluan putar balik yang ingin memuaskan rasa penasaranku segera saya lihat lagi foto tersebut dengan penuh seksama. Wah… itu benar temanku si… yang dulu “anak badung”. Tak kusangka dia ikut kader jadi dengan nomor urut pertama di partai tersebut. Dengan setengah tidak percaya, saya membaca nama dibawah foto itu. Ya… memang benar dia. Hampir 10 tahun lebih tidak bertemu dia, terakhir kali berjumpa dengan tidak sengaja di sebuah Bank swasta terkenal di Negeri ini ketika saya akan menarik uang dari bank tersebut, saya berpapasan dengan dia di pintu masuk bank tersebut. Waktu itu dia menggunakan seragam seorang satpam. dengan gayanya yang tak berubah seperti dulu dia menyapaku terlebih dahulu, setelah berbasa-basi lama akhirnya kami berpisah dan setelah itu kita tidak pernah bertemu lagi. Entah bagaimana ceritanya sampai dia dipercaya mendapat nomor urut jadi dari sebuah partai baru yang sudah terkenal. sukses friend, semoga apa yang kamu cita-citakan terwujud. jika nanti sudah diatas ingat yang dibawah, jika berjalan janganlah selalu mendongak keatas, tetaplah seperti dulu friend… semoga juga kamu membaca postingan ini. semoga kita bertemu lagi. dulu masih kepompong sekarang saatnya untuk menjadi kupu-kupu. bagi pembaca yang ingin mendownload lagu kepompong, silahkan klik disini dijamin free






Categories:
Tags:






Namaku Lukito Wiyono. Berasal dari Kota Pahlawan Surabaya. Kota yang panas, yang penuh sesak oleh manusia, kota yang khas dengan teriakan supporter Boneknya, kota yang (selalu) membuat kecewa setiap perantauan yang datang. Kota yang menjanjikan fatamorgana kehidupan, kemewahan dan keangkuhan gedung-gedung pencakar. Dengan makanan Semanggi Suroboyo-nya, dengan rujak cingur-nya, dengan lontong balap-nya membuat aku enggan meninggalkanmu.

