Arti Merah Putih bagi Seorang Eurico Guterres
Ketika ditanya adakah sesuatu tidak terlihat pada dirimu yang melambangkan merah-putih? Dia mengatakan “darah dan tulangku adalah Indonesia”Eurico Barros Gomes Guterres lahir di Uatulari (dekat Viqueque), Timor Timur tahun 1971 dengan 6 bersaudara dari seorang bapak petani dan ibu seorang rumah tangga biasa. Pada 1976 kedua orangtuanya dibunuh oleh TNI karena pandangan-pandangan mereka yang pro-Fretilin. Meskipun Guterres belakangan menuduh Fretilin sebagai penyebab kematian mereka, hal itu dilakukannya setelah ia berubah haluan dan mendukung Indonesia. Eurico yang masih muda dibesarkan oleh seorang warga sipil Indonesia, dan kemudian dikirim untuk belajar di sekolah Katolik Hati Kudus Yesus di Becora, Dili. Pada 1997 dengan ijazah SMA yang konon disediakan oleh militer, Guterres mulai belajar ekonomi di sebuah Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) yang dikelola oleh Filomeno Hornay yang pro integrasi, dari sinilah terbentuknya milisi pro Integrasi/ pro Indonesia sampai akhirnya Ia dituduh terlibat dalam sejumlah pembantaian di Timor Timur, dan merupakan pemimpin milisi utama pada pembantaian pasca-referendum dan penghancuran ibu kota Dili.yang diketuai Dia.
Guterres adalah tertuduh utama milisi dalam Pembantaian di Gereja Liquiçá pada April 1999. Seorang Perwira dari Indonesia anti-pemberontakan, menaruh perhatian khusus terhadap kemampuannya, dan pada 1994 merekrutnya menjadi bagian dari Gardapaksi. Ini adalah sebuah organisasi yang memberikan pinjaman dengan bunga rendah untuk memulai usaha kecil, tetapi juga menggunakan mereka sebagai informan dan dalam satuan pro militer. Gubernur Abilio Soares sangat mendukung Gardapaksi, yang kemudian mempunyai catatan panjang dalam pelanggaran hak-hak asasi manusia. Ia bekerja sebagai seorang informan untuk Kopassus dan agen ganda terhadap gerakan kemerdekaan hingga ia dipecat pada sekitar 1990.
Dikala Dili sedang bergejolak, Eurico muda sedang kuliah, si saat kuliah itu seorang dosen mengatkan kepadanya “Kuliah untuk sementara libur, kalian disarankan untuk membuat kelompok tandingan atas masyarakat yang pro kemerdekaan”. Akhirnya bersama teman-temnnya Eurico membentuk suatu perkumpulan dari orang-orang yang mempunyai haluan sama dengan dia yaitu Pro Integrasi. Hingga akhirnya menjadi Milisi Pro Integrasi bersenjata. Nama Eurico Guterres mulai dikenal ketika terjadi peristiwa pasca jajak pendapat Timor Timur pada 1999 lalu. Continue Reading »






Categories:
Tags: |

Dan Syariat-Nya di alam jiwa..
Seperti kita ketahui semua, birokrasi yang ada di Indonesia ini berbelit-belit minta ampun. pungutan sana-sini masih masih kentara terlihat, walaupun tidak secara terang-terangan. ohh… inilah potret Negeriku, apakah mereka melakukan demikian dikarenakan gaji mereka yang dirasa kurang dari cukup untuk menghidupi anak istri mereka? ataukah ini karena memang sudah menjadi budaya turun temurun dilingkungan tempat kerja mereka? entahlah.. 





Namaku Lukito Wiyono. Berasal dari Kota Pahlawan Surabaya. Kota yang panas, yang penuh sesak oleh manusia, kota yang khas dengan teriakan supporter Boneknya, kota yang (selalu) membuat kecewa setiap perantauan yang datang. Kota yang menjanjikan fatamorgana kehidupan, kemewahan dan keangkuhan gedung-gedung pencakar. Dengan makanan Semanggi Suroboyo-nya, dengan rujak cingur-nya, dengan lontong balap-nya membuat aku enggan meninggalkanmu.

