Kasus hukum blogger Malaysia tidak akan terjadi di Indonesia
Masih ingat seorang Blogger atau penulis blog di internet di Malaysia ditimpa kasus beberapa waktu lalu karena menulis dalam blog-nya tentang kematian seorang model cantik asal Mongolia bernama Altantuya di Malaysia dengan judul “Mari kita kirim para pembunuh Altantuya ke Neraka”. :-/ Ditengarai pelakunya adalah orang suruhan wakil perdana menteri Malaysia Najib Razak. Wanita cantik malang tersebut konon notabene adalah wanita simpanan sang Wakil
perdana menteri tersebut.“Selama saya menjadi menteri, saya tidak akan kontrol dan melarang kebebasan berekspresi. Sebab, kebebasan menjadi kekuatan kita. Kalau ada yang mengadili blogger, istilahnya dia kurang kerjaan.”
Menela-ah dari kasus tersebut, ada kabar melegakan bagi blogger tanah air. Menkominfo Mohammad Nuh memastikan kasus hukum yang menimpa blogger Malaysia dipastikan tidak akan terjadi di Indonesia. Meski ada UU kebebasan informasi publik (KIP) pemerintah menjamin kebebasan blogger dalam menulis informasi serta menyuarakan opini dalam blog. “Selama saya menjadi menteri, saya tidak akan kontrol dan melarang kebebasan berekspresi. Sebab, kebebasan menjadi kekuatan kita. Kalau ada yang mengadili blogger, istilahnya dia kurang kerjaan.” kata Nuh di Jakarta beberapa hari yang lalu (24/10)
Kalaupun di Negara tetangga terjadi penahanan blogger, dia minta hal itu tidak usah dikawatirkan, masing-masing negara mempunyai kebijakan. Disini (Indonesia red) para blogger-termasuk saya- bebas menyampaikan pendapat dan opini kepada publik. “Asalkan tulisan tersebut berbaik sangka dan dilandasi dengan etika dan kaidah moral, selama itu tidak mengajak orang untuk mengajak keluar dari NKRI (makar) atau tidak mengajak orang untuk saling bermusuhan”, tegas mantan Rektor ITS itu. Nuh berpendapat blogger memiliki kontribusi positif kepada masyarakat, suatu hal yang melegakan bagi kita semua, terutama para blogger Indonesia. Continue Reading »






Categories:
Tags: |
Kemudian check box bevel and emboss dan masukkan setting berikut, style: inner bevel, tecnique: smooth, depth: 100, Direction: up, size: 34, dan soften: 4. Sedangkan untuk shading, set dengan nilai berikut, angle: 90, attitude: 65, gloss contour linear, highlight mode screen, warna: putih, opacity: 100, shadow mode Multilpy, warna: hitam, dan opacity: 70. 
Guterres adalah tertuduh utama milisi dalam Pembantaian di Gereja Liquiçá pada April 1999. Seorang Perwira dari Indonesia anti-pemberontakan, menaruh perhatian khusus terhadap kemampuannya, dan pada 1994 merekrutnya menjadi bagian dari Gardapaksi. Ini adalah sebuah organisasi yang memberikan pinjaman dengan bunga rendah untuk memulai usaha kecil, tetapi juga menggunakan mereka sebagai informan dan dalam satuan pro militer. Gubernur Abilio Soares sangat mendukung Gardapaksi, yang kemudian mempunyai catatan panjang dalam pelanggaran hak-hak asasi manusia. Ia bekerja sebagai seorang informan untuk Kopassus dan agen ganda terhadap gerakan kemerdekaan hingga ia dipecat pada sekitar 1990.
Dan Syariat-Nya di alam jiwa..
Seperti kita ketahui semua, birokrasi yang ada di Indonesia ini berbelit-belit minta ampun. pungutan sana-sini masih masih kentara terlihat, walaupun tidak secara terang-terangan. ohh… inilah potret Negeriku, apakah mereka melakukan demikian dikarenakan gaji mereka yang dirasa kurang dari cukup untuk menghidupi anak istri mereka? ataukah ini karena memang sudah menjadi budaya turun temurun dilingkungan tempat kerja mereka? entahlah.. 

Namaku Lukito Wiyono. Berasal dari Kota Pahlawan Surabaya. Kota yang panas, yang penuh sesak oleh manusia, kota yang khas dengan teriakan supporter Boneknya, kota yang (selalu) membuat kecewa setiap perantauan yang datang. Kota yang menjanjikan fatamorgana kehidupan, kemewahan dan keangkuhan gedung-gedung pencakar. Dengan makanan Semanggi Suroboyo-nya, dengan rujak cingur-nya, dengan lontong balap-nya membuat aku enggan meninggalkanmu.
