Jembatan Suramadu adalah sebuah karya anak Bangsa yang hebat. setelah beberapa waktu lalu mengunjungi WBL Kemarin saya menjajal mulusnya jembatan Suramadu. Jalan tol Suramadu sebenarnya jalan tol pada umumnya seperti ditempat lainnya, cuma bedanya jalan tol ini berdiri diatas laut yang menghubungkan antar pulau yang memiliki panjang 5.438 kilo meter merupakan yang terpanjang di Indonesia bahkan di Asia tenggara. Kita boleh berbangga, menurut JK pembangunan jembatan ini tidak ada campur tangan asing meskipun ketika berkunjung kesana kemarin saya mendapati beberapa pekerja konstruksi jembatan berface etnis China masih menggunakan helm proyek mereka berbicara bahasa China sedang membenahi sisi jembatan , saya jadi bingung mana yang benar? Mungkin saja beberapa orang China tersebut hanya diperbantukan saja karena dana pembangunan jembatan ini memang sebagian hutang ke China. entahlah. Jembatan ini pembangunannya menelan biaya Rp 4.5 trilyun ini sekitar 5.5 persen dananya ditanggung pemerintah, kemudian yang 4.5 persennya lagi pinjam dari Bank Exim of China
Ketika saya akan melintasi jembatan Suramadu, saya harus mengantri sepanjang sekitar 1 KM lebih untuk mendapatkan tiket karcis masuk berharga Rp 30.000,- untuk roda empat atau lebih dan Rp 3.000,- untuk pengendara roda 2. Fuih… bayangkan saja antrian sepanjang itu, mau kembali untuk membatalkan rencana ya.. tidak bisa mundur, ingin maju tidak bisa juga karena sudah terlalu banyak antrian masyarakat lainnya, jadi saya hanya bisa mengikuti arus saja sambil sesekali minum air aqua hasil beli dari kaki 5 di sisi kiri trotoar jembatan yang banyak dijajakan. Dan setalah mengantri 1 jam lebih akhirnya saya bersama keluarga bisa memasuki jembatan yang menjadi Icon baru bangsa kita itu, ketika sudah memasuki 500 meter dari peron masuk saya merasakan angin laut bertiup kencang dan hawa terasa menyengat, dan ketika akan memasuki bentang tengah saya memperlambat laju mobil saya untuk menikmati pemandangan yang jarang saya lihat, betapa besar dan tinggi sekali penyangga jembatan ini. Dari sini laju mobil saya hentikan untuk berfoto bersama, rupanya hal ini juga diakukan oleh pengendara lain, mereka berfoto ria bersama keluarga di bahu jalan. dari sini saya melihat memang ada satu dua mur pagar pembatas jembatan yang hilang entah kemana seperti yang diberitakan di TV, jadi harus hati-hati ketika dipinggir jembatan. Tak selang berapa lama PJR jalan tol lewat dan ” mengusir” kita semua karena tidak boleh berhenti di jalan tol dan dianggap melanggar rambu yang ada. Akhirnya kami pergi untuk melanjutkan perjalanan meskipun tetap memperlambat laju mobil.
Jembatan yang tiang pancang pertama diresmikan oleh Megawati pada 20 Agustus 2003 ini didesain anti gempa sampai 7 skala Richter, dan dirancang anti korosi pada pondasi baja.
Jembatan ini sangat kuat dan kokoh, saya turut berbangga bangsa ini mempunyai icon baru yang dapat menaikkan martabat bangsa ini agar tidak diinjak-injak bangsa lain. so..untuk anda yang yang ingin kesana silahkan dan buktikan sendiri


ya itulah orang2 kita mas

Namaku Lukito Wiyono. Berasal dari Kota Pahlawan Surabaya. Kota yang panas, yang penuh sesak oleh manusia, kota yang khas dengan teriakan supporter Bonek-nya, kota yang (selalu) membuat kecewa setiap perantauan yang datang. Kota yang menjanjikan fatamorgana kehidupan, kemewahan dan keangkuhan gedung-gedung pencakar. Dengan makanan Semanggi Suroboyo-nya, dengan rujak cingur-nya, dengan lontong balap-nya membuat aku enggan meninggalkanmu.





















Ternyata persis tarif tol juga yaa…..
Yah, cuma bisa menikmati lewat tv saja…..
[Reply]