Menjadi blogger memang (bukan) merupakan sebuah pilihan
Yah..itu judul yang paling pas. Meranah makna judul diatas bagaikan dua sisi mata pisau yang saling berhadapan. Jika kata “bukan” dihilangkan akan bermakna berbeda dengan kata “bukan” ditambahkan. So.. mari kita terjemahkan satu persatu. Menjadi blogger memang bukan merupakan sebuah pilihan. Bayangkan betapa tidak, hanya dengan menulis artikel diblog kita sudah mendapatkan puluhan dollar bahkan ratusan dollar. Ibarat sedang memancing ikan, kita sudah mempunyai kail dan umpan, kita hanya menunggu waktu tanpa harus bersusah-susah dengan segala macam urusan kantor yang sangat menyita waktu dan tenaga kita. Tinggalkan saja kail itu dan angkat beberapa hari kemudian untuk mengetahui apakah ada “ikan” yang memakan umpan kita. Anda pernah tahu cosaaranda.com? ya.. nama itu bagaikan seleb-nya blog. nama yang tak asing lagi bagi para blogoshepere di Indonesia. Pengunjungnya hampir 1000 (seribu) orang setiap hari, saya dulu juga sering “mengaji” di sana. Dengan pengunjung se-begitu banyak trafik rangkingnya otomatis akan naik. advertiserpun akan datang dengan sendirinya yang tentu juga akan menambah pundi-pundi dollarnya setiap hari. Blogger kita ini berasal dari Surabaya, kebetulan sama dengan saya (tuh..narsis benar) meskipun kami tidak saling kenal. Ada lagi, seorang rekan se-kantor dengan saya rela mengundurkan diri dari pekerjaan yang digelutinya selama bertahun-tahun sebagai wartawan koran nasional terkemuka di Indonesia dengan kantor pusat di Surabaya “hanya” ingin menjaga totalitasnya sebagai blogger. Bayangkan cing.. gaji seorang wartawan tidak sedikit, memiliki kantor nyaman dan mewah, ingin mobil untuk keperluan dinas luar tinggal pilih dan pakai -wuihh.. enak bener tuh- dia tinggalkan semua dan banting setir menjadi blogger sejati dengan pendapatan yang (menurut dia) lebih menggiurkan.
Menjadi blogger memang juga bukan merupakan sebuah pilihan. kita semua manusia, baik saya, anda juga manusia dan mereka yang masih mempunyai sifat iri dan dengki merasa tidak senang dengan keberhasilan seseorang juga manusia biasa yang mempunyai kelebihan sekaligus kekurangan. Susah memang menjadi orang yang baik. Seperti Cosa yang tiba-tiba menghilang dari “peredaran” untuk beberapa lama, ternyata blog-nya sedang di Hack orang, account Paypal-nya dibuat limited dan menghadapi teror bertubi-tubi. Entah sudah lelah atau sakit hati dengan semua itu, akhirnya cosa memilih mundur teratur dari dunia jagad maya. saya kehilangan tempat untuk “mengaji”. Dan untuk saat ini ada satu lagi blogger senior yang memilih untuk mengundurkan diri dari blogosphere Indonesia. dengan posting terakhirnya dia mohon pamit kepada semua pembaca dan rekan-rekannya
Saya menyerah atas sebuah keadaan yang terus menerus menyiksaku. Namun, saya harus mengambil keputusan untuk MENYERAH. Menyerah untuk sebuah keadaan yang sudah tak sanggup kupikul, menyerah untuk kekejaman yang sudah tak sanggup lagi kulawan, menyerah untuk sebuah konspirasi yang sudah tak sanggup lagi kuhadapi. Menyerah untuk orang-orang yang selama ini saya sayangi dan tempatku berbagi namun justru ikut membunuhku. Saya sudah LELAH, dan memilih MENYERAH….
Akhir kata, saya PAMIT. THANKS and LOVE YOU ALL.
dan setelah beberapa hari kemudian www.zalukhu.com sudah tidak bisa diakses lagi. Blogger asal Nias ini mempunyai slogan “dibatas hitam dan putih” yang terkenal akan tulisan kritisnya terhadap fenomena yang terjadi di dunia maya. Entah dia pamit untuk beberapa saat colling down atau selamanya, hanya dia sendiri yang tahu jawabannya
Dan?? Sebegitu kejamkah dunia internet kita? saling “bunuh” dan menjegal? Mari kita kembalikan kepada individu masing-masing. Jalan hidup memang seperti roda berputar. dikala kita diatas, mari tundukkan kepala.. Ketika dibawah, jangan selalu mendongak keatas, berangan-angan berada diatas. Entar tersandung. Jalani hidup ini apa adanya dan selalu tawadhu’






Categories:
Tags:


Namaku Lukito Wiyono. Berasal dari Kota Pahlawan Surabaya. Kota yang panas, yang penuh sesak oleh manusia, kota yang khas dengan teriakan supporter Boneknya, kota yang (selalu) membuat kecewa setiap perantauan yang datang. Kota yang menjanjikan fatamorgana kehidupan, kemewahan dan keangkuhan gedung-gedung pencakar. Dengan makanan Semanggi Suroboyo-nya, dengan rujak cingur-nya, dengan lontong balap-nya membuat aku enggan meninggalkanmu.
