Lelaki tua dan pistol mainan
Beberapa waktu lalu saya jalan-jalan ke sebuah Mall yang ada di Surabaya, refreshinglah… sekaligus cari baranglah..kalau sudah capek ya… makan di resto cepat sajilah…-meskipun ini yang membuat kantong cepat terkuras habis hehehe..- dan lagi barang yang saya cari nggak ketemu. Saking jengkelnya saya bikin status di FB kemudian dikomentari jenaka oleh teman-teman. Tapi disini saya tidak akan membahas barang apa yang saya cari, tetapi ada sesuatu yang sedang menggelitik dan membuat saya terbahak-bahak dan selalu tersenyum sendiri dikala mengingat kejadian ini. Ceritanya begini.
Ketika saya sudah berada didalam mall, berjalan santai dan tidak terlalu terburu-buru sambil menengok kanan dan kiri melihat barang dagangan yang dipajang di gerai, didepan saya ada seorang lelaki tua berbusana kaos kuning tanpa kerah bertuliskan bullshit, bercelana drill cotton 3/4 warna krem bersaku lebar pada sisi kanan dan kiri dengan tangan kanan menenteng pistol yang saat itu juga berjalan searah denganku. Sebenarnya kali pertama saya tidak terlalu memperhatikan, tetapi ketika saya melihat tangan kakek itu memegang pistol ada perasaan yang tak lazim, Masa usia sudah uzur masih mainan pistol-pistolan seperti anak kecil saja! Begitu pikirku waktu itu. Sudah terlihat jelas bahwa pistol yang dipegangnya adalah pistol mainan anak-anak meskipun kita melihatnya sepintas selalu. Rupanya hal yang aneh dan tak lazim ini menarik perhatian beberapa gadis ABG (anak baru gedhe RED) yang kebetulan berjalan seiringan denganku. Saya melirik ke arah ABG-ABG tersebut dan memperhatikan mereka sedang kasak kusuk. Jari telunjuk mereka sesekali ditudingkan ke arah pistol yang di bawa si kakek tersebut, sesekali juga mereka tertawa cekikikan. Si kakek cuek aza santai berjalan tidak tahu bahwa dia sedang dipergunjingkan.
Agak beberapa lama menyusuri mall tersebut sampai didepan permainan anak-anak/ play game. Sayapun berhenti sejenak melihat kelincahan dan kelihaian anak-anak kecil bermain game. Kakek itu juga berhenti, begitu pula dengan ABG-ABG itu. Mungkin karena sudah terlalu lama melihat seorang kakek yang menenteng pistol mainan, rupanya hal ini mengganggu suasana hati anak-anak ABG tersebut sehingga memberanikan diri untuk “menggoda” si kakek. Salah satu dari mereka yang mempunyai lesung pipit berkata kepada si kakek dalam bahasa Suroboyoan yang kental “Mbah, nyilih dolanane opo’o…?! Timbangane dolenan dewe Ayo wis dolanan tembak-tembak’an ambek aku nang kene, sampeyan lak mesti kalah tak tembak disik” (“Kek, pinjam mainannya boleh..?! daripada mainan sendiri ayo mainan tembak-tembakan sama saya disini, Kakek pasti kalah saya tembak duluan” RED) ledeknya kepada kakek yang di amini teman-teman ABG lainnya sambil tertawa cekiki’an.
Si Kakek rupanya mungkin mempunyai tekanan darah tinggi ini langsung kebakaran jenggot begitu diledek anak-anak itu, sambil menuding-nuding dengan jari telunjuknya si kakek berkata masih dalam bahasa Suroboyan ” koen kiro aku iki wis gendeng ta…!! nyekel bedil dulinan?? lha iki lho dulinane putuku sing kaet mau gak gelem dijak mulih mergo sik repot game kungfu” (“kamu kira saya sudah gila..!! pegang pistol mainan?? lha ini kan mainannya cucuku yang dari tadi nggak mau diajak pulang karena sibuk main game kungfu”) begitu kata kakek yang sambil menunjuk kearah seorang anak kecil sekitar umur 10 tahun yang sedang bermain game didepan layar tanpa memperdulikan lainnya. Begitu mendengar penjelasan si kakek para ABG ini tanpa minta maaf langsung ngeloyor pergi dengan muka merah padam menahan malu. Saya menahan tawa agar tidak menyinggung keduanya sampai perut kencang. Makanya jangan sok usil… ya begitu itu kalo suka menjahili orang tua, bisa kualat luh.. gumamku qiqiqi…






Categories:
Tags:






Namaku Lukito Wiyono. Berasal dari Kota Pahlawan Surabaya. Kota yang panas, yang penuh sesak oleh manusia, kota yang khas dengan teriakan supporter Boneknya, kota yang (selalu) membuat kecewa setiap perantauan yang datang. Kota yang menjanjikan fatamorgana kehidupan, kemewahan dan keangkuhan gedung-gedung pencakar. Dengan makanan Semanggi Suroboyo-nya, dengan rujak cingur-nya, dengan lontong balap-nya membuat aku enggan meninggalkanmu.

