Facebook, tren sesaat kah?
Ketka sedang browsing di sebuah blog Indonesia, pemilik blog memperkenalkan diri pada bognya dengan melinkkan salah satu halaman di tab menu ke alamat facebooknya. Pikirku waktu itu kenapa di link ke situ? bukankah lebih baik membuat halaman dengan tulisan karangan sendiri seperti punya saya ini. Saya merasa nyaman melakukannya daripada meredirect halaman ke situs social network tersebut. Apakah mereka ingin sekalian mempopulerkan alamat facebook-nya? entahlah..
Saya sendiri mempunyai profil facebook, mungkin hanya untuk sekedar punya. “Berjaga-jaga” jikalau ketika ditanya teman apakah anda punya account facebook? tentu saya sudah bisa jawab punya. Itupun tidak pernah saya urus. Malas. Ketika saya menjelajah facebook, ya..ternyata isinya tak jauh berbeda dengan friendster saya
Memang tidak dipungkiri, social network seperti hi5, LiveJournal, Multiply, MySpace, Plurk, Tagged, Twitter, Flickr, Classmates.com, apalagi facebook dapat mendongkrak kepopuleran Obama ketika berkampanye dulu. Namun yang selalu menjadi keprihatinan adalah social networking yang selalu saja dimanfaatkan orang-orang yang ingin mencari keuntungan dari dunia pelacuran. Tapi semua itu kembali ke pribadi kita masing-masing untuk apa kesemuanya difungsikan. Semoga iman kita selalu kuat menahan godaan untuk hal-hal semacam itu.
Categories:
Tags:
Namaku Lukito Wiyono. Berasal dari Kota Pahlawan Surabaya. Kota yang panas, yang penuh sesak oleh manusia, kota yang khas dengan teriakan supporter Boneknya, kota yang (selalu) membuat kecewa setiap perantauan yang datang. Kota yang menjanjikan fatamorgana kehidupan, kemewahan dan keangkuhan gedung-gedung pencakar. Dengan makanan Semanggi Suroboyo-nya, dengan rujak cingur-nya, dengan lontong balap-nya membuat aku enggan meninggalkanmu.
