Copy paste posting menurut pendapat saya

Beberapa waktu lalu saya membaca posting terbaru dari sebuah blog, masalah yang diangkat mengenai copy paste sebuah posting. Rupanya pemilik dan pengarang asli posting sedang mencak-mencak “kebakaran jenggot” dengan blogger lainblogger lain telah dianggap “membajak” karya miliknya. Dan fatalnya lagi tidak menambahkan link sumber asli dari bacaan tersebut. Dalam posting pemilik dengan kesalnya dia meyakinkan pembaca setianya dengan menambahkan screenshot template punya “si pembajak”. ketika saya lihat, Astagfirullah, template tersebut kan template saya?? tapi setelah benar-benar saya amati ternyata itu bukan milik saya. Hanya saja template yang dia pakai sama dengan template yang saya pakai juga dan ada perbedaan sedikit karena template ini sedikit saya modifikasi sendiri menurut selera saya

Siapa sih yang tidak marah kesal setelah kita susah payah kita membuat sebuah posting dengan tenaga dan pengetahuan yang kita miliki tiba-tiba ada seseorang yang tidak kita kenal mengakui karya tersebut miliknya?! sayapun seharusnya juga kesal. Dan sebuah hal yang wajar jika pemilik asli kesal dan marah. Di dunia nyata, sebuah produk baru unggulan telah dilempar ke pasar dan laku keras, menurut anda tidak adakah orang lain yang “mendompleng” ingin juga mencicipi sedikit keuntungan dari produk tersebut dengan membuat tiruannya? ada, bahkan saya pastikan banyak, Apalagi kita yang berada dalam dunia maya, Software-software besarpun digandakan, copy sana-sini, paste sana-sini. Apalagi “hanya” (pakai tanda kutip lho) sebuah posting.

Semuanya dikembalikan kepada diri kita sendiri, iklaskah kita? saya sudah membiasakan diri untuk selalu iklas. Kita sendiri harus tahu resikonya jika posting sudah terangkat dan dibaca banyak orang, maka hukum yang berlaku didunia nyata pun juga diterapkan disini (didunia maya) oleh pihak-pihak lain meskipun tidak dibenarkan. Tetapi saya hanya ambil positifnya saja, tujuan saya membuat sebuah blog yang pertama adalah untuk membagi pengetahuan saya, sekali lagi membagi. dengan adanya kata membagi berarti kita ini seperti guru yang sedang mengajari muridnya. Dan jika kita ingin apa yang kita ketahui tidak ingin diketahui oleh orang lain, ya..jangan menulis, jangan membuat blog. Pendam saja ilmu kita, mungkin suatu saat akan tumbuh menjadi pohon (bercanda lho). Kemudian yang kedua tentunya (malu-malu) tentang uang, barangkali bisa menjadi petani di Internet, seperti mottonya Pak Sumintar, maaf Pak, nama anda saya sebut. beserta link anda lagi, jika anda keberatan saya akan menghapusnya

Saya membiasakan diri untuk iklas dan legowo jika karya saya tiba-tiba diakui orang lain, silahkan..Anda ingin mencopy posting yang ada di blog ini? silahkan, kemudian hasil copy dari blog ini anda beri link rujukan sumber berita yang mengarah ke blog ini sebagai penulis asli ya.. Alhamdulillah bagi saya, tetapi jika tidak ya tidak apa-apa. Mungkin nantinya teman-teman “sipembajak” akan membaca artikel yang sebenarnya dari saya, dan berguna bagi mereka, saya pun ikut senang dapat membantu mereka meskipun posting/artikel yang mereka baca berasal dari jalan yang salah (copy paste). Saya menganggap dapat sedikit mencerdaskan anak bangsa (wah..nasionalis benar ya..?).

Saya melacak beberapa posting asli saya dalam blog ini telah di sadur oleh orang lain tanpa sepengetahuan saya, blog-blog ini yang terlacak oleh saya, baca posting ini sama dengan posting saya yang ini, ini juga sama dengan posting saya yang ini, dan masih banyak lagi yang tidak saya sebutkan disini. semua itu milik saya yang dicopy paste, padahal saya tidak kenal dengan mereka. Marahkah saya? TIDAK… silahkan saja, Saya anggap semua ini juga demi memajukan generasi dibawah kita, Generasi Indonesia agar cerdas dan menjadi bangsa yang bermartabat.

Tidakkah anda tahu bangsa kita dimata orang luar? ketika saya berkunjung ke beberapa negara ( Malaysia dan Singapura) dan saya tanya kepada beberapa anak Singapura Ber Ras India ( Singapura adalah negara multiras) seumur 17 Th (setingkat anak SMU kelas dua dan Singapura memakai bahasa Inggris sebagai bahasa nasional mereka red) yang kala itu sedang Ngopi di kedai di Pulau Sentosa/ Sentosa Island (pulau Sentosa adalah salah satu pulau terindah yang dimiliki Singapura dengan segala fasilitasnya yang mutakhir) tentang pandangannya terhadap Indonesia. Apa jawab mereka? tanpa tedeng aling-aling mereka mengatakan Bangsa anda adalah Bangsa pembantu/ jongos dimata kami. Uih.. rasanya ingin meledak marah.. bagaimana tidak, bangsaku sendiri dihina seperti itu, itukan sama juga menghina saya. tapi saya masih dapat menahan amarah, saya tidak ingin terkena masalah disana, hukum mereka lebih kejam dari hukum Indonesia, apalagi saya tamu. Saya tanya lagi dia:” mengapa kamu bilang begitu?” si anak itu menjawab:” ya.., negara anda telah banyak mengirim “tenaga kerja kasar” kepada kami, bukannya tenaga ahli yang dapat membantu kami untuk menambah pengetahuan kami sebagai pelajar”. Benar juga apa yang dikatakannya.Ya.. kita hanya bisa mengimport tenaga kerja kasar kepada mereka yang secara tidak langsung juga menggambarkan Bangsa kita keseluruhan dimata mereka. Ketika berkunjung ke Malaysia, saya tahu satu hal yang ini membuat bangga kita sebagai Bangsa Indonesia, anda tahu Menara Kuala Lumpur (KL Tower), yang juga merupakan salah satu menara tertinggi di dunia. KL Tower ini mirip seperti Menara TVRI di Senayan Jakarta. Tapi lebih besar. Menara ini berlokasi di Bukit Nanas. Sebagai orang Indonesia, kita boleh ikut berbangga, karena arsitek bangunan kebanggaan orang Malaysia ini adalah Insinyur Indonesia. Dari sini mari kita melihat kepentingan yang lebih besar daripada sakit hati kita karena karya kita di bajak orang. Bagaimana dengan anda?

SociBook del.icio.us Digg Facebook Google Yahoo Buzz StumbleUpon

Berlangganan Artikel gratis

Anda dapat berlangganan secara gratis artikel-artikel di blog ini. Masukkan alamat email anda, kemudian verifikasi didalam inbox e-mail anda. artikel akan terkirim secara otomatis ke e-mail anda setiap ada artikel baru

Delivered by FeedBurner

Leave a Reply

*
To prove you're a person (not a spam script), type the security word shown in the picture. Click on the picture to hear an audio file of the word.
Click to hear an audio file of the anti-spam word