Berlibur ke Wisata Bahari Lamongan (WBL)
Akhirnya kami sampai di depan pintu gerbang WBL. Mobil segera saya parkir dengan mencari tempat parkir yang pas. Sebuah penyambutan yang indah. Pas didepan pintu masuk kita disambut dengan sebuah patung kepiting besar mengapit di sisi atas kanan dan kiri pintu masukJauh hari kerabatku menelponku mengatakan bahwa seluruh keluarga yang ada di Desa pada bulan Januari 2009 akan mampir ke tempatku sebagai tempat “singgah” sementara karena kerabat lainnya yang berada di Surabaya mengundang mereka pada acara perkawinan anaknya. Dengan senang hati saya iyakan saja. Pada hari H yang dijanjikan rumahku sudah terlihat penuh gelak ria tawa para kerabat yang datang. keesokan harinya kita semua pergi ke acara resepsi sampai siang hari. kemudian pada keesokan harinya lagi kita bertamasya ke Wisata Bahari Lamongan atau biasa disebut WBL. Sebenarnya saya pernah beberapa kali dengan teman-teman sekantor berwisata sendiri ke WBL. Jadi nantinya jalan yang akan dilalui tidak akan asing lagi bagi saya meskipun tanpa bertanya. Pada saat pagi hari mobil sudah saya persiapkan dengan memeriksa tekanan ban apakah sudah pada ukuran normal, kaca depan, spion, lampu rem belakang apakah sudah dibersihkan agar tidak menghalangi pandangan ketika dikendarai. Setelah semuanya dirasa sudah beres, kami segera berangkat.
Perjalanan dari Surabaya menuju WBL berjarak sekitar 70 KM. ya… sekitar 2 jam perjalanan, itupun kalau memacu mobil dengan kecepatan rata-rata 80 KM/jam. Akhirnya kami sampai di depan pintu gerbang WBL. Mobil segera saya parkir dengan mencari tempat parkir yang pas. Sebuah penyambutan yang indah. Pas didepan pintu masuk kita disambut dengan sebuah patung kepiting besar mengapit di sisi atas kanan dan kiri pintu masuk. 
pintu masuk di depan WBLTempat wisata ini sangat populer di Jawa Timur, anda tidak akan pernah puas jika sedang mengunjungi Surabaya tanpa ke WBL. Tempat itu dulunya sebuah pantai biasa bernama tanjung kodok berada di tepi laut Jawa yang kemudian di”sulap” oleh pemkab Lamongan menjadi tempat wisata yang spektakuler. Dengan area seluas 24 hektar dan mempunyai motto one stop service menjadikan tempat wisata ini nyaman untuk dikunjungi. Berdirinya WBL adalah hasil kerja sama antara Pemkab Lamongan dan PT. Bunga Wangsa Sejati yang sebelumnya membangun Jatim Park I di Batu. Dari kerja sama itu, kemudian dibentuk PT. Bumi Lamongan Sejati sebagai pihak yang mengelola WBL.

WBL dilihat dari atasSetelah membeli tiket masuk sebesar RP 30.000,- per kepala, saya dan keluarga dapat menikmati Aneka fasilitas wisata itu di antaranya adalah arena ketangkasan, insektarium, marina, kolam renang air tawar, kolam renang laut dengan pantai pasir putih buatan, bioskop 3 dimensi berdurasi 15 menit, bumper car, space shattle, kano, long boat, bumper boat, tagada, planet kaca, sarang bajak laut, arena pacuan kuda, dan sirkuit go kart. Dan saya lihat Pemkab Lamongan tidak lupa meninggalkan ciri khas daerahnya dengan adanya souvenir shop disekitar WBL. Dulu ketika saya berkunjung ke WBL ini saya lihat terdapat dua macam karcis masuk. Pertama gelang warna hijau dan berwarna merah. gelang berwarna hijau berharga RP. 30.000,- sedangkan gelang berwarna merah berharga Rp 45.000,- selisih Rp 15.000,- perbedaan antara gelang merah dan hijau adalah jika gelang merah bisa menikmati beberapa permainan dan pertunjukan bioskop 3 dimensi secara gratis, sedang gelang hijau harus membayar lagi untuk melihat pertunjukan dan menikmati permainan di dalam WBL. Tetapi saat ini sudah dirubah menjadi gelang merah semua. Dan gelang hijau tetap ada, tetapi gelang ini mendapat tambahan kunjungan gratis dengan mengunjungi Goa Maharni yang terletak sekitar 200 meter dari tempat WBL. Ternyata sekarang wisata ke goa ini dijadikan satu paket dengan WBL.
Saya lihat semua keluarga menikmati acara ini, gembira rasanya hati ini bisa membahagiakan banyak orang. Tak lupa pula saya mengabadikan momen ini dengan jepret sana sini hingga tak terasa matahari sudah agak tenggelam dan saya memutuskan untuk kembali ke rumah. sekedar catatan saja, jika hendak pergi ke WBL jangan lupa pakai sunblock dan minum air yang banyak, karena hawa disana panas sekali, kulit anda akan terasa terbakar. okey.. Have fun guys!






Categories:
Tags:






Namaku Lukito Wiyono. Berasal dari Kota Pahlawan Surabaya. Kota yang panas, yang penuh sesak oleh manusia, kota yang khas dengan teriakan supporter Boneknya, kota yang (selalu) membuat kecewa setiap perantauan yang datang. Kota yang menjanjikan fatamorgana kehidupan, kemewahan dan keangkuhan gedung-gedung pencakar. Dengan makanan Semanggi Suroboyo-nya, dengan rujak cingur-nya, dengan lontong balap-nya membuat aku enggan meninggalkanmu.


NICE INFORMATION, THANKS
Wah…. kayaknya bagus tuh… besok pagi aku liburan ke sana loh….
akan kubawa rombongan k wbl sepuasnya