Berkunjung ke Negeri Jiran dan Negeri Singa
apakah mereka melakukan demikian dikarenakan gaji mereka yang dirasa kurang dari cukup untuk menghidupi anak istri mereka?Beberapa waktu lalu saya berkesempatan berkunjung ke Malaysia dan Singapura bersama teman-teman kantor. Semua ini diadakan oleh Perusahaan tiap tahun untuk refresing tahunan semua karyawannya. Pola untuk “merefresingkan” karyawan perusahaan tempat saya bekerja berganti-ganti. tahun-tahun sebelumnya pernah Perusahaan tempat saya bekerja mengadakan out bound di Probolinggo, kemudian tahun berikutnya pernah juga semua karyawan seperusahaan diajak booking beberapa Villa di Tretes. Dan yang paling seru berkunjung ke Negeri Jiran dan ke Negeri Singa. Pertama untuk keberangkatan saya harus mengurus visa turis dikantor imigrasi.
Seperti kita ketahui semua, birokrasi yang ada di Indonesia ini berbelit-belit minta ampun. pungutan sana-sini masih masih kentara terlihat, walaupun tidak secara terang-terangan. ohh… inilah potret Negeriku, apakah mereka melakukan demikian dikarenakan gaji mereka yang dirasa kurang dari cukup untuk menghidupi anak istri mereka? ataukah ini karena memang sudah menjadi budaya turun temurun dilingkungan tempat kerja mereka? entahlah..saya tidak ingin memikirkan terlalu jauh lagi karena masih banyak hal-hal penting lainnya yang butuh pemikiran. wah.. Alhamdulillah, pungutan-pungutan liar tersebut tidak pernah menghampiri kami karena saya dan teman-teman dalam mengurus visa turis bersama-sama alias kolektif, mengatasnamakan perusahaan kami uang nota bene adalah Media, mereka akan berpikir dua kali untuk meminta pungutan-pungutan liar terhadap kami. (bersambung)






Categories:
Tags: |


Namaku Lukito Wiyono. Berasal dari Kota Pahlawan Surabaya. Kota yang panas, yang penuh sesak oleh manusia, kota yang khas dengan teriakan supporter Boneknya, kota yang (selalu) membuat kecewa setiap perantauan yang datang. Kota yang menjanjikan fatamorgana kehidupan, kemewahan dan keangkuhan gedung-gedung pencakar. Dengan makanan Semanggi Suroboyo-nya, dengan rujak cingur-nya, dengan lontong balap-nya membuat aku enggan meninggalkanmu.
