about me

Namaku Lukito Wiyono. Berasal dari Kota Pahlawan Surabaya. Kota yang panas, yang penuh sesak oleh manusia, kota yang khas dengan teriakan supporter Bonek-nya, kota yang (selalu) membuat kecewa setiap perantauan yang datang. Kota yang menjanjikan fatamorgana kehidupan, kemewahan dan keangkuhan gedung-gedung pencakar. Dengan makanan Semanggi Suroboyo-nya, dengan rujak cingur-nya, dengan lontong balap-nya membuat aku enggan meninggalkanmu. Setelah lulus SMA pernah mendapatkan pekerjaan di sebuah kota dingin dataran tinggi, Batu-Jatim. suasana damai, tenang, dingin, tentram, kota Batu setiap hari hampir tidak pernah ada panas dan jauh dari keriuhan kota besar. sebuah suasana yang tidak pernah kujumpai di Surabaya ini membuatku betah menetap selama beberapa tahun disana hingga suatu saat aku ingin meneruskan studi kembali ke Surabaya dan meninggalkan pekerjaan yang menghidupiku selama itu. Kembali ke Surabaya mengingatkanku pada masa kecil, setiap hari ditempa dengan ilmu-ilmu agama yang ketat. Kebetulan rumahku berada dilingkungan dekat dengan kompleks pondok pesantren Sidosermo (konon merupakan) tertua di Indonesia. Dengan dedikasi yang tinggi serta perjuangan yang berat, menjadikanku “tercetak” sebagai seorang agamis yang modernis. Hidup harus dilalui dengan tenang meskipun cobaan dan godaan datang silih berganti. Bagaikan roda berputar
kadang diatas, kadang pula dibawah. Yang penting dalam menjalani hidup ini
kita berusaha,tawakal dan berserah diri kepada Allah SWT
Insya Allah hidup kita akan tentram. Amien…